Kamis, 02 Juli 2015

Ini bukan tentang rasa..
tapi tentang sebuah isi dari kekosongan waktu dalam hidupku..
 Untuk berkata tak apaa tapi prnah tersirat perbedaan dalam merasaa
Rasa yang tak sama yang sempat memberi cerita dalam hari hariku..
Sebenarnya terlalu ragu untuk diungkap
karna di awal tak mungkin mengira untuk mnjadi cerita
Tak pernah berharap lebih ataz kekosonganku..
hanya ingin menjerat ragamu
berada disebelah ketika aku tak mampu tersenyum..
Menjadikan diriku yang munafik
untuk sekedar memahami sekitar
tentang  ego seorang yang tak pernah mau di kata bukan seperti itu..
Jadikan aku yang berbeda dihadapmu 
dengan ragamu dan akan ku biarkan hatimu melayang dengan asa yang berbeda…
karna yang ada didepan sudah memiliki cerita sendiri..
jika memang Aku adalah tokohnya tak akan kusimpan berontak untuk meraih penghujung..

mungkin hanyalah perbedaan cara untuk membuat semua menjadi berfikir…
krik krik krik
itu pasti suara jangkrik 
memecah sunyi 
berbekal perih
krik krik krik
membuat q semakin tertarik 
dengan nuansa malam berbalut sepi
belajar dengan intuisi
krik krik krik
hanya itu yang menarik
dari keraguan sinar rembulan yang terik
dan kebohongan penuh taktik
krik krik krik
adakah selain itu terdengar di hati 
dengan fantasi keindahan pelangi 
pelangi malam yang di tunggu seluruh indrawi
Semarang 3 februari 2015
Hahaha....
penjajah hak asasi manusia tinggal di istana
ibu rumah tangga mengendalikan negara
perut2 buncit menguasai rimba
laras senjata di depan setiap mata
yang namanya sejahtera entah lari kemana
Hihihi.....
orang mati memimpin negeri
monyet2 berpeci mengaku suci
membohongi rakyat tak henti2
yang jujur dan lurus dibilang anomali
kadang berakhir dengan bui atau mati
Huhuhu.....
orang dungu mengaku berilmu
berkoar2 tak tahu malu
menjual ayat demi segepok doku
memenggal kepala agar semua orang setuju
dasar penipu, satu tambah satu dibilang tuju

Haha...hihi...huhu
Di negeri jamrud khatulistiwa
mestinya dibangun lebih banyak rumah sakit jiwa
dimana semua anggota dewan dikarantina
dimana semua calon birokrat disuruh kerja paksa
dimana semua tentara diwajibkan memakai beha
belum boleh keluar sebelum sembuh dari gila
dan saya sebagai orang gila yang memang gila
ongkang2 sambil tertawa2.........
tengah malam aku terbangun mencari gemulainya tubuh indah itu....
dan dingin menggantikan serpihan kamar q
yang pernah hangat dan mesra tentang mu....
aku terisak...
tapi buru buru diam
kau tak mendengarnya
aku setengah bermimpi bertemu kamu lagi 
dengan keintiman yang tercipta malam itu 
namun setelah terbangun 
suasana tak ikut menegaskan kedatanganmu 
aku lalu berangan tentang pertemuan kita beberapa kali 
tanpa seikat kata yang terucap dari kemaluan q 
hanya keheninan yang tercipta dan berlalu tanpa keindahan
tapi ini pertemuan atas nama cinta yang sebenarnya....

ah ahirnya ku rasakan engkau 
dengan desiran kulit kita yang saling bertemu 
dengan kepulan asap aku menggambarkan indahnya tubuh dan gairah mu 
rasa yang lebih manis dan lebih hangat dari biasanya 
rasa yang dapat memelintir hati q 
dan rasa yang dapat meningkatkan gairah malam q 
engan ku ingat lagi 
enggan ku impikan lagi 
karna itu hanya imajinasi kekuatan gairah alam yang melanda di malam jejaka q
ini rumah q 
hidup seatap dengan buah
buah kedengkian
buah kemunafikan 
buah kekerasan 
buah ejekan 
buah tamparan
dan ada juga buah kebahagiaan 
walau bagaimanapun ini tetap rumah q 
rumah di mana kepala rumah tangganya banyak menaruh tangan 
tangan kanan, tangan kiri 
bahkan ia juga tangan panjang
tp kepala rumah tangganya memang dicintai penghuni yang lain 
karena kelemahannya menjadikan kekuatan untuk mencari simpati
tangisan adalah mantra dia dan keluhan menjadi jimat paling ampuh sedangkan muka melas menjadi alat untuk rompi anti peluru nya 
tp biar bagaimana pun diya tetap kepala rumah ini 
walau pemilik aslinya adalah kita sendri
diam....
diam q bukan pasif
diamq penuh strategi
diam q imajinatif 
dan diam q bukan halusinasi
aku terperanjat 
meskipun aku memahat 
tapi kini aku terjerat 
oleh petinggi keparat
menjalani asa dalam sisa 
dengan menahan untuk berkuasa 
menghina malam dengan perkasa 
karna langkah kaki q akan penuh dengan siksa
dor dor dan dor 
suara kekoyolan lapor
disaat semua harus setor 
untuk kepentingan investor

berjanji itu pasti 
dengan hati yang suci 
karna presiden negri ini 
hanya menutup kita diam tanpa puisi.

SENJAKU

luka tubuhmu ingin ku tanam dalam pelukan nyawaq 
seperti linangan benang sutra 
yang ku rajut di atas sentuhan jiwa 
ku gulung gulung benang itu 
hingga cukup gulungan sutra di dalam bejana 
ku impikan dirimu 
melukis senja 
di samping jendela kaca yang samar 
berpayungkan langit jingga
kau duduk bersila menyampingkan ikatan rambut di jurang peristiwa
tertunduk serius gambaran malam terlihat indah 
walau baru setengah lukisan senja yang kau beri warna 
kau taburkan bentik bentik kilatan cahaya di lembaran gelap
dan aku bertanya 
itukah malam?
kau hanya menangis dengan linangan air mata warna
ornamen dan fragmen keindahan tercipta 
dari setiap emosi yang tersirat dalam nyawa 
kembali dia serius menggambarkan peradaban 
di atas peliknya malam
kini benang q terkumpul 
dan q rajut benang sutra itu 
menjadi selendang senja yang akan menghiasi malam 
ku alihkan tatapan mu pada q 
matamu tertuju dengan hingar bingar kosong 
dan aku melihat pelangi malam bersenandung penuh nafsu 
menciptakan imajinasimu dalam cahaya kosong di matamu 
dan kau pun tersipu malu..........